Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 20, 2018

Kotak Cinta

Kotak Cinta
...
Pada sekotak cinta kutitipkan desahan rerindu
Bentuk dan rasanya bagai alunan sholawat pada yang Rasul
Mendayu- dayu mengusik hati tuk tergiur
Serupa kasih sayang, tiap sisinya menyimpan sejuta kenangan, tentang masa lalu yang syarat akan rambatan hati - hati
Jejak - jejaknya menapak , menyelami firman tuhan yang abadi
Mengajak berdamai tuk temukan segi- segi ilahi
Mudah bukan, menelaah kebenaran ?
Dengan bisikan hati, semua 'kan bersemi
Bukan otak ataupun logika, apalagi nafsu di dada
Tersebab ia sering berbohong , dan penuh keraguan
Aku tak paham hakikat Al qur'an
Biarkan hadist membuka kenyataan
Adanya kitab - kitab berserakan
Melangkah buta dalam ketidak pastian
Ruhul qudus senagai acuan
Hingga tersesat, dan lupa jalan kembali pulang
...
Sumenep, 260518

Sepucuk Kerinduan

Sepucuk Kerinduan
...
Tanaman hati mulai mengering
Terlalu lapuk dihantam kekeringan , tiada sua, namun layu, dan bosan menguncup
Angin pun tak sudi menyapa, kala ia butuh keteduhan , tersebab layu, dan sayu
...
Semisal deru ombak di tengah samudera, ia senantiasa hilang tak menemukan tepian, sirna bersama alunan pusaran
Tersebab mengikis rasa yang menggebu - gebu, kala rerindu menusuk kalbu
...
Bayangkan sebutir ekstasi, sedetik pertemuan itu kurasa candu
Kesaksian malam mengharu - biru
...
Jikalau kuibaratkan rasa gelisah, maka perlu tujuh musim tuk menenangkannya
Ngilu hati bertahta perih
Kala sepucuk kerinduan , terhempas, dan raib
...
Sumenep, 250518


Tulang Rusuk

Tulang Rusuk
...
Semula aku tak tahu, dimankah engkau singgah
Hingga, kukerahkan prajurit doa tuk menemukan hatimu, agar raga yang kau punya, segera melepas kesendirian panjang ini
Kesucian hati yang susah payah kupertahankan, semuga tak mendapati kesia - siaan
Seumpama bunga mawar yang baru mekar , tak tersentuh , mewangi nan segar
Percaya atau tidak, suatu hari nanti kau akan bersyukur kar'na ku t'lah mencuri hatimu
Sama sekali , tak bisa kuumbar rasa, biar buncahannya kau dapati sesudah ijab kabul
Pikiranku masih menderawang terbang melayang, bagai awan yang tak kunjung temukan peraduan
Di pusaran senja yang agung, aku hanya bisa menunggu waktu
Entah semusim, atau dua musim lagi, kudapat menjamah tulang rusuk
Yang selama ini, hanya bisa kuangani, dalam kesendirian , kesepian berteman angin malam
Berselimutkan , kain rerindu
...
Sumenep, 240518

Mendung Bicara

Kemanakah rinai membawa hehujan

Hampir Ending Novel Awan Hitam Di Langit Madura

Satu minggu kemudian , tepatnya pada malam minggu, Faiz mengajak Icha keluar. Ichapun setuju dan bersedia menemaninya malam itu. Sinar rembulan purnama nampak sempurna mengeluarkan cahayanya, nampak bintang bintang menghiasi langit dengan cahaya terangnya. Mereka berdua sudah ada ditempat mereka bertemu dulu pertama kali. Yaitu ditepi sungai tempat biasa mereka nongkrong. Disana hanya ada mereka berdua disaksikan bulan dan bintang dalam kebisuan dan gelapnya malam. Hanya sinar bulan bintang dan cahaya lampu jalan yang tidak sempurna menerangi mereka. Dalam remang remang keduanya berada ditepi sungai dekat jalan raya kota pasongsongan sumenep. Mereka saling meluapkan kerinduan yang terpendam selama ini.
Saat itu hati mereka berdua sangat dipenuhi kebahagiaan namun tidak lepas batas koridor agama. Keduanya tidak bersentuhan sama sekali . mereka hanya bisa merasakan belaian cinta dari hati masing masing. Setelah itu icha berbicara sangat serius.
“Faiz aku mau bicara sama kamu”.
“Te…
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Sumenep, 200518
Gambar
Sumenep, 200518