Postingan

Menampilkan postingan dari April 22, 2018

Dinding Kaca

Keretakan yang kualami sebab cintamu yang sulit dimengerti
Kadang aku merasa lelah ketika pinta yang kau tepis tanpa rasa perduli
Sampai kapan engkau akan dewasa ?
Menyikapi masalah tanpa basa - basi
Jujur aku tertekan dengan kalimat penolakan yang bersarang di relung jiwaku
...
Namun aku hanya bisa menekan dada dengan tangan ini
Mencoba tuk hadirkan kasih yang sesungguhnya
Atau hanya rasa takut dan sungkan ?
...
Bicaralah , aku àkan setia menjadi pendengarmu
Meski kau tak lagi menganggapku ada
Pentingkah aku untukmu?
Atau kau hanya mahal dalam kebisuan
Yang meracuni cintaku yang suci
Aku takut berubah menjadi najis
Kala kau masih bersikap seperti ini
Aku takut kasihku luntur gegara hal sepele
...
Notebook berdinding kaca
Adalah rasa bersalah yang mengoyak dada
Bahkan kau tambah memenyiksaku dengan acuhmu
...
Aku bukan tidak tahu
Aku hanya ingin menunggu waktu
Kapan aku bisa menghirup udara bebas tanpa bayangmu
Jika, ingat ini jikalau
Kau tak merubah caramu memandangku
...
Untuk ibuk…

Ibuku Kartini Sesungguhnya

Pada tungku curahkan kasih tanpa hitung
Serupa lilin yang memijar namun ia terkelupas
...
Kayu - kayu menjadi saksi bisu
Kala kobaran api dan kepulan asap menyeruak
Kata lain dari cinta dan kasih sayang dia wujudkan dengan hidangan lezat setiap pagi
...
Dan, ketika melihat si buah hati kenyang dengan suguhannya
Terpancar aliran kepuasan tersendiri
...
Kadang hardik beliau terima
Kala hidangan hambar tiada rasa
Namun sabarnya makin menggunung
Bahkan dia tersenyum dalam tangis
...
Meski hatinya telah luka beberapa kali
Keikhlasan yang dalam
Senantiasa istiqamah menghirup udara pagi
Hidupnya penuh perjuangan meski rerumputan hanya diam mengabaikan
...
Dia berjalan sambil berpikir
Tidurnya kadang tak nyenyak berharap esok bahagia kembali
...
Di sudut dapur dia bemuram durja
Bersama kepulan asap
Beliau sematkan kasih yang terdalam
...
Sumenep,240418