Postingan

Awan Hitam Di Langit Madura

Dilema Rindu

Dilema Rindu
...

Pada abad menyekat paripurna seikat
Aku dan kamu dilema rindu
Satirsatir berhamburan menerka samar
Menelisik rasa pada tepian langit
Rerona nona bertasbih di telaga sunyi
Isyarat kepergian tanpa simpulkan hati
Dia hanyutkan karangan hijab
Pernakpernik rasa menjadi buta
Pergi takkan kembali
Pulang tersakiti
Disana, alif masih berdiri kokoh
Disini, irama ayat semakin sepi
Seakan lupa arah berteduh
Susunan demi susunan nanpak berantakan
Tersebab filosofi menangis bersama rinai hehujan
Masih bergelut dengan rasa yang hambar
Tak ingin namun penuh harap
Tak pasti , tapi masih terasa benar
Penuh khayal berisi fakta
...
Sumenep,310518

Serupa Gelas Retak

Serupa Gelas Retak

...

Hati ini serupa gelas retak, kala rerindu setiap detik mencabik-cabik
Tak jua terobati, meski alunan suaramu mengiangngiang di telingaku
Meski temu telah terlewati, aku masih mengerang kesakitan kar'na hati masih beku
Cairnya sebab akad
Leburnya adalah sah dalam ikatan resmi
Hingga rasa ini terlahir kembali
Hidup menyemai benihbenih cinta
Aku dan kamu menjadi cucu yang lucu
Menoreh senyum di wajah senja ibu
Penuh haru menjadi kebanggaan Sang ayah
Rumah yang dulunya sepi
Terasa meriah dengan tangisan bayi mungil
Ya, itu hasil dari karya cinta suci kita
Menawan bukan ?
Sungguh khayalku mengangkasa
Tanpa terasa dibahasakan semakin lupa
Pada angin kutiupkan sebilah rasa
Merindukan, termasuk isiannya
Tak tahan, saat api asmara semakin berkobar
Hingga aku tak merasa sedang terlelap
Hingga aku terbangun, barulah aku menyadari
Semua ini hanyalah kosongnya sebuah mimpi
...
Sumenep, 310518


Dendam Rindu

Dendam Rindu
Pusaran waktu memeluk dalam diam
Bara rindu semakin berkobar memenuhi hasrat
Pun juga malammalam lalu yang tertinggal
Tersisa memori suram mendekap sukma
Padahal ia perekam jejak yang kian memudar
Tersebab alunan suara kekasih memanggilmanggil
Bak riak hujan tibatiba datang memenuhi gentinggenting
Bergemuruh memecah keheningan berselaput kerisauan
Tinggallah kecemasan yang mendera, kala jarak berbicara
Katakata mati, rasapun terdiam bisu saat harapkan sebuah temu
Pada sebilah pedang bermata tajam
Yang sayatannya tak mampu meninggalkan luka
Semisal besi beradu besi , hanya suara denting yang mengharubiru, tersebab hati hampa tanpa pelukan rerindu
Mengenangnya adalah candu
Darahpun mengalir menagih jatah
Semisal dendam rindu yang tak tersalurkan
...
Sumenep, 290518



Jika Harus

Jika Harus
Jika harus kukorbankan harga diri
Ambillah, bila hausmu terpuaskan dengan banjir tawa pelecehan
Termasuk hati ini yang kau bunuh,aku bersyukur kar'na diluar sana masih ada cinta yang tersisa, dan mengalir di lembah syurga harapan
Meski mimpiku adalah fiksi, dan fakta berkalam lelain
Setidaknya, aku masih merasakan kebahagiaan, kala hidup dijejali sejuta impian yang indah
Dari pada tinggal dalam tatapan kosong penuh dendam
Aku hidup di bawah langit yang sama, dan berpijak di atas bumi tiada beda

Mungkin bila nanti engkau bisa terbang, barulah kuhormati
Namun, bagiku kaulah sampah, yang tak peka alam sekitar, tak mampu simpulkan perasaan sesekitar
Tersebab , hatimu yang mati
Hanya senggama agung yang mengukir otakmu
Setiap isinya, hanyalah semak belukar rasa api
Menyemburkan Syetansyetan amarah
Sirnalah kelembutan katakata
Yang ada, hanyalah julukan, kutukan
...
Sumenep, 280518

Ku T'lah Miliki

Ku T'lah Miliki
Rasa luka yang tertanam, semenjak pohon pisang serupa tunas
Ia enggan pergi, meski berkali- kali telah kuusir
Adalah cinta menjadi penyebab segala yang terukir
Pun juga para penghianat yang bertebaran menabur beringas
Ku t'lah miliki janji syurga, namun kudapati neraka memanas
Pada keindahan kuterpikat, padahal ia hanyalah rayuan para pelacur
Hingga di suatu hari , kusesali keadaan yang mencambuk, lalu tersungkur
Tak dapat kurangkai kenangan dengan sempurna, gegara rindu yang bercadas
Kuakui engkau yang terbaik
Membawaku ke musim semi
Kemudian, disanalah kureguk manis terkutuk
Bagiku, kau sebuah halusinasi
Peracik kemesraan tertempa munafik
Ku t'lah miliki, rasa ingin jauh pergi
...
Sumenep, 270518

Kotak Cinta

Kotak Cinta
...
Pada sekotak cinta kutitipkan desahan rerindu
Bentuk dan rasanya bagai alunan sholawat pada yang Rasul
Mendayu- dayu mengusik hati tuk tergiur
Serupa kasih sayang, tiap sisinya menyimpan sejuta kenangan, tentang masa lalu yang syarat akan rambatan hati - hati
Jejak - jejaknya menapak , menyelami firman tuhan yang abadi
Mengajak berdamai tuk temukan segi- segi ilahi
Mudah bukan, menelaah kebenaran ?
Dengan bisikan hati, semua 'kan bersemi
Bukan otak ataupun logika, apalagi nafsu di dada
Tersebab ia sering berbohong , dan penuh keraguan
Aku tak paham hakikat Al qur'an
Biarkan hadist membuka kenyataan
Adanya kitab - kitab berserakan
Melangkah buta dalam ketidak pastian
Ruhul qudus senagai acuan
Hingga tersesat, dan lupa jalan kembali pulang
...
Sumenep, 260518